| 258x dilihat | Berita
Bandar Lampung — Upaya penataan kawasan pesisir di Provinsi Lampung menjadi perhatian dalam Seminar Nasional “Menata Pesisir: Wujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju” yang akan dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 07.30–13.30 WIB di Grand Krakatau Ballroom, Swiss-Belhotel Lampung. Seminar menghadirkan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, serta profesi yang berkaitan dengan perencanaan dan penataan kawasan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang juga tercantum sebagai Keynote Speech sekaligus Pelindung PII Wilayah Lampung, dijadwalkan menyampaikan pandangan dalam forum tersebut.
Selain Gubernur Lampung, seminar menghadirkan Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., I.P.U., ASEAN Eng., Ketua PII Wilayah Lampung, serta Ir. M. Taufiqullah, S.T., R.T., I.P., ASEAN Eng., Ketua DPW IAI Lampung.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan dalam seminar, yakni Cody Darwanto, Dr. F.M. Putra Hadiyant, S.T., M.T., Wintoro Dwi, dan Dr. Abdul Malik, S.T., M.Eng. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan memperkaya perspektif dalam membahas penataan kawasan pesisir dari sisi perencanaan, arsitektur, tata ruang, pembangunan, dan pengelolaan kawasan.
Konsep waterfront city menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam pengembangan kawasan pesisir. Penataan kawasan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang memperhatikan fungsi ruang, lingkungan, aktivitas masyarakat, konektivitas, serta potensi ekonomi kawasan.
Bagi Provinsi Lampung, penataan kawasan pesisir memiliki arti strategis mengingat karakter geografis daerah yang memiliki wilayah pesisir dan berbagai potensi ekonomi serta pariwisata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui seminar nasional ini, berbagai gagasan dan perspektif diharapkan dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan dalam mendorong penataan kawasan pesisir yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, DPW Lampung, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) serta sejumlah pihak pendukung lainnya.
Seminar “Menata Pesisir” diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan gagasan pembangunan kawasan pesisir yang selaras dengan arah pembangunan Lampung Maju. (*KDS)